Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Menu MBG di SDN 1 Tertek Diprotes Wali Murid, Video Kotak Makan Siswa Viral

×

Menu MBG di SDN 1 Tertek Diprotes Wali Murid, Video Kotak Makan Siswa Viral

Share this article
Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni potongan kecil ayam goreng, sepotong tempe bacem, dan satu buah jeruk

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung kembali menjadi sorotan setelah sebuah video yang diunggah wali murid viral di media sosial, Kamis (12/3/2026). Video tersebut memperlihatkan isi kotak makan siswa yang dinilai jauh dari standar menu bergizi.

Dalam rekaman berdurasi singkat itu, terlihat satu kotak makan berisi tiga jenis makanan, yakni potongan kecil ayam goreng, sepotong tempe bacem, dan satu buah jeruk. Wali murid yang merekam video tersebut mempertanyakan kecukupan gizi dari menu yang diterima siswa.

“Bagaimana anak-anak bisa mendapat gizi yang cukup kalau menunya seperti ini,” ujar wali murid tersebut dalam video dengan nada kecewa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, menu tersebut diduga dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik seorang bidan berinisial RM di Kelurahan Tertek. Namun hingga kini pihak penyedia belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan media melalui sambungan telepon juga belum mendapat respons.

Kritik terhadap program MBG ini bukan kali pertama muncul di Tulungagung. Dalam sepekan terakhir, sejumlah keluhan juga mencuat dari beberapa sekolah. Di antaranya temuan buah naga yang sudah membusuk di PAUD Desa Karanganom, Kecamatan Kauman, serta keluhan menu makan siswa di MI Al Huda Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu yang dinilai tidak layak.

Serangkaian temuan tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait pengawasan kualitas makanan dan mekanisme penunjukan penyedia makanan dalam program MBG.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sabrina Mahardika, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik tersebut.

Sejumlah masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Tulungagung segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal pengawasan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa. Menurut mereka, program yang menggunakan anggaran negara itu harus benar-benar memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik.***