Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

Rp600 Ribu per Hari untuk Pakan, Tapi Rusa Tetap Kurus – Ada Apa di Pendopo?

×

Rp600 Ribu per Hari untuk Pakan, Tapi Rusa Tetap Kurus – Ada Apa di Pendopo?

Share this article
Cucu saya umur 3 tahun sempat berkomentar mam hewannya kok kurus2 akhirnya minta dibelikan sayur wortel untuk dikasihkan _makan Binatang Rusa di Pendopo Mana Hai .... Hatimu dan persaanmu. Kawan, anggaran sudah aku sediakan dan anggarkan tiap hari kami anggarkan Rp 600.000, / Hari di belikan makanan untuk hewan2 itu tetapi kondisinya hewan2 Rusa tersebut masih memprihathinkan !!!!!

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Sebuah unggahan video dari Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mendadak viral dan menyita perhatian publik. Video tersebut memperlihatkan seorang ibu bersama anaknya tengah memberi makan rusa di area Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Namun, bukan sekadar aktivitas memberi makan yang menjadi sorotan. Warganet justru tersentak oleh keterangan yang ditulis sang bupati, yang mengungkap kondisi memprihatinkan hewan-hewan tersebut.

Fakta itu terkuak dari ucapan polos cucu bupati yang masih berusia 3 tahun. Saat berkunjung ke pendopo, sang cucu spontan bertanya, “Mam, hewannya kok kurus-kurus?” Kalimat sederhana itu justru membuka dugaan adanya persoalan serius dalam perawatan rusa-rusa di lingkungan pendopo.

Momen tersebut berlanjut ketika sang anak meminta dibelikan wortel untuk memberi makan rusa yang terlihat kelaparan. Situasi ini menjadi ironi, mengingat lokasi tersebut merupakan kediaman resmi kepala daerah.

Kegeraman Bupati Gatut Sunu memuncak saat ia mengungkap besaran anggaran pakan yang selama ini telah disediakan pemerintah daerah. Dalam unggahannya, ia menyebut dana sebesar Rp600 ribu per hari telah dialokasikan khusus untuk kebutuhan makan hewan.

“Mana hati dan perasaanmu? Anggaran sudah aku sediakan tiap hari Rp600.000, tapi kondisinya masih seperti ini!” tulisnya, Kamis (26/3/2026).

Jika diakumulasikan, anggaran tersebut mencapai sekitar Rp18 juta per bulan. Besarnya dana yang digelontorkan berbanding terbalik dengan kondisi fisik rusa yang tampak kurus, sehingga memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Hingga kini, unggahan tersebut terus menuai reaksi dari publik. Banyak warga menyampaikan simpati sekaligus mendesak adanya langkah tegas untuk mengusut dugaan kelalaian, bahkan potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran pakan hewan di pendopo.

Publik pun kini menanti tindakan konkret dari pemerintah daerah untuk memastikan kesejahteraan hewan serta transparansi penggunaan anggaran benar-benar terwujud.***