TULUNGAGUNG, 3detik.com – Memasuki hari kedelapan Ramadhan 1447 Hijriah, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menegaskan bahwa ibadah puasa tidak boleh berdampak pada menurunnya produktivitas, terutama dalam pelayanan publik.
Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan Santapan Rohani yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (27/2/2026). Acara itu dihadiri Wakil Bupati Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, serta ratusan undangan.
Dalam sambutannya, Gatut Sunu menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk memperkuat kualitas ibadah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Ia mengajak masyarakat menjadikan bulan suci sebagai ruang muhasabah atau evaluasi diri, setelah sepekan menjalani ibadah puasa.
Menurutnya, penguatan ukhuwah Islamiyah dan solidaritas sosial harus menjadi prioritas. Kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa perlu terus ditingkatkan, disertai upaya mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Bupati memberi perhatian khusus kepada kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tulungagung. Penyesuaian jam kerja selama Ramadhan, tegasnya, tidak boleh menurunkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Puasa justru harus menjadi energi untuk bekerja lebih tulus dan profesional. Jangan jadikan haus dan lapar sebagai alasan untuk menurunkan semangat kerja,” tegasnya.
Ia memastikan pelayanan publik selama bulan suci tetap berjalan optimal, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Menutup arahannya, Gatut Sunu mengajak para alim ulama, tokoh masyarakat, serta generasi muda untuk terus menyebarkan pesan-pesan yang menyejukkan dan menjaga kondusivitas daerah. Ia berharap Tulungagung tetap harmonis dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memecah belah.
Kegiatan Santapan Rohani ini menjadi bagian dari agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tulungagung sepanjang Ramadhan 2026. Melalui kolaborasi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan suasana religius yang terbangun mampu membawa dampak positif bagi pembangunan daerah,” ungkapnya.***












