Scroll untuk baca artikel
Trenggalek

Gugur Saat Padamkan Karhutla, Prajurit Asal Trenggalek Sertu Heri Prasetyo Dimakamkan dengan Upacara Militer

×

Gugur Saat Padamkan Karhutla, Prajurit Asal Trenggalek Sertu Heri Prasetyo Dimakamkan dengan Upacara Militer

Share this article
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin turut hadir mendampingi dan memberikan penghormatan terakhir kepada prajurit yang gugur saat menjalankan tugas negara

TRENGGALEK, 3detik.com – Duka menyelimuti Kabupaten Trenggalek. Sertu Anumerta Heri Prasetyo, prajurit TNI AD asal Trenggalek yang gugur dalam tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Karangsoko, Sabtu (7/11/2026).

Prosesi pemakaman dipimpin langsung Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin turut hadir mendampingi dan memberikan penghormatan terakhir kepada prajurit yang gugur saat menjalankan tugas negara tersebut.

Sertu Heri merupakan salah satu korban kecelakaan helikopter Mi-17 Puspenerbad nomor HA-5325 yang mengalami kecelakaan saat menjalankan misi penanganan karhutla pada 4 November 2026.

Dalam insiden tersebut, tiga prajurit gugur, yakni Sertu Anumerta Heri Prasetyo, Letkol CPN Anumerta Dudi Firmansyah, dan Kapten CPN Anumerta Nurhafiz Akbar. Sementara lima kru lainnya berhasil selamat.

Jenazah dua korban, yakni Letkol Dudi dan Kapten Nurhafiz, lebih dahulu ditemukan pada hari kejadian. Sedangkan Sertu Heri baru berhasil dievakuasi pada Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 08.30 WIB akibat sulitnya proses pencarian dan kondisi lokasi kecelakaan.

KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengatakan, helikopter tersebut telah menjalankan misi penanganan karhutla di Kalimantan Tengah selama kurang lebih tiga bulan.

Selama bertugas, helikopter itu telah melakukan sekitar 636 sorti penerbangan dengan total pengangkutan air mencapai 1,6 juta liter untuk membantu pemadaman kebakaran.

“Ini merupakan tugas negara. Kita semua berdoa agar amal ibadah ketiga prajurit yang gugur diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Tandyo seusai memimpin pemakaman.

Ia juga memastikan hak-hak keluarga prajurit yang gugur akan dipenuhi. Pemerintah melalui Presiden RI bersama TNI AD akan memberikan perhatian kepada keluarga korban, termasuk bantuan beasiswa pendidikan bagi anak dan fasilitas rumah bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sertu Anumerta Heri Prasetyo lahir di Trenggalek pada 11 Oktober 1993. Ia mulai berdinas sebagai prajurit TNI AD sejak 12 April 2014 dan telah mengabdi selama kurang lebih 12 tahun.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Rini Setiani, serta seorang anak bernama Freya Kirania Dhaneswari.

Kepergian Heri menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Trenggalek. Pengabdiannya dalam menjalankan tugas negara menjadi penghormatan tersendiri bagi daerah asalnya.***