Scroll untuk baca artikel
Trenggalek

Gudang Bulog Baru di Trenggalek Diresmikan, Emil Dardak Soroti Ancaman Kekeringan hingga November

×

Gudang Bulog Baru di Trenggalek Diresmikan, Emil Dardak Soroti Ancaman Kekeringan hingga November

Share this article
Pj Sekda Trenggalek ST Triadi Admono mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meresmikan Gudang Bulog Baru di Trenggalek Resmi Beroperasi
Pj Sekda Trenggalek ST Triadi Admono mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meresmikan Gudang Bulog Baru di Trenggalek Resmi Beroperasi

TRENGGALEK, 3detik.com – Kabupaten Trenggalek kini memiliki gudang Bulog baru di Desa Wonoanti. Fasilitas tersebut diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Gudang yang merupakan cabang dari Kompleks Pergudangan Karangsoko itu diresmikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Senin (10/8/2026).

Peresmian turut dihadiri Pj Sekda Trenggalek ST Triadi Admono dan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho.

Triadi menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim dan Bulog atas hadirnya fasilitas penyimpanan pangan tersebut di Trenggalek.

Menurutnya, keberadaan gudang baru menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan dan program strategis nasional.

“Keberadaan gudang baru ini sebagai bentuk upaya mendukung program strategis nasional tentang ketahanan pangan,” ujar Triadi.

Selain persoalan pangan, Triadi juga melaporkan kondisi bencana yang tengah dihadapi Trenggalek. Kekeringan tercatat melanda 19 desa yang tersebar di sembilan kecamatan.

Beruntung, penanganan kekeringan mendapat dukungan Pemprov Jatim melalui BPBD yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.

Bantuan air bersih pun telah disalurkan ke sejumlah wilayah yang terdampak.
Tak hanya kekeringan, Trenggalek juga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Hingga saat ini tercatat 13 kejadian karhutla.

Triadi menyebut seluruh kejadian tersebut dapat segera ditangani berkat kesigapan TNI-Polri bersama berbagai unsur terkait.

Sementara itu, Wagub Jatim Emil Dardak menegaskan peran Jawa Timur sangat penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Ia menyebut cadangan beras nasional saat ini mencapai lebih dari lima juta ton, dengan sekitar seperempatnya berasal dari Jawa Timur.

“Ini bukan pekerjaan yang mudah,” tegas Emil.

Di sisi lain, Emil juga mengingatkan masyarakat terkait ancaman kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung cukup panjang.

Berdasarkan perkiraan BMKG, kondisi kering berpotensi terjadi hingga Oktober, bahkan bisa berlanjut sampai November.

Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena iklim yang membuat pasokan uap air ke wilayah Indonesia berkurang.

Karena itu, Emil meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, kekeringan bukan hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Waspada terhadap kekeringan, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan,” pesannya.

Dengan beroperasinya gudang Bulog baru tersebut, Pemkab Trenggalek berharap pengelolaan cadangan pangan semakin kuat. Di tengah ancaman kekeringan yang masih membayangi, ketahanan pangan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian serius.***