TRENGGALEK, 3detik.com – Tak hanya menikmati keindahan alam, delegasi Korea Selatan dibuat kagum dengan cara Trenggalek menjaga lingkungan sekaligus mendorong pembangunan daerah.
Kekaguman itu disampaikan Prof. Kyungyon Moon, pemimpin delegasi dari Jeonbuk National University, saat berkunjung ke Gedung Smart Center Trenggalek, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, Trenggalek memiliki suasana yang damai, ramah lingkungan, serta potensi alam yang belum pernah ia temui sebelumnya.
“Saya pikir daerah ini sangat damai dan ramah lingkungan. Saya tidak pernah mendatangi daerah seperti ini sebelumnya dan tidak menyangkanya,” ujar Kyungyon.
Delegasi yang terdiri dari dua pengajar Jeonbuk National University dan satu agen kerja sama Korea Selatan itu datang untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Dalam kunjungan tersebut, Kyungyon juga menyoroti sejumlah kebijakan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, terutama dalam menjaga kelestarian alam dan wilayah pesisir.
Ia menilai langkah Trenggalek melindungi kawasan pantai dan mangrove merupakan gagasan yang visioner. Menurutnya, konsep tersebut bahkan tergolong pionir karena sudah diterapkan di tingkat daerah.
“Perlindungan wilayah pesisir sangat mengesankan. Menurut saya, bupati anda adalah pemimpin yang visioner dan pelopor,” katanya.
Kyungyon menilai berbagai gagasan tersebut berpotensi membawa manfaat besar bagi masyarakat jika terus dikembangkan secara konsisten.
Ia bahkan membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan. Salah satunya dengan memberikan kesempatan lebih banyak kepada mahasiswa asal Trenggalek untuk belajar di Jeonbuk National University.
“Saya ingin menerima lebih banyak mahasiswa dari Trenggalek. Saya juga sedang memikirkan proyek kerja sama antara Trenggalek dan Jeonbuk National University di masa depan,” jelasnya.
Mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi nantinya diharapkan mendapat pengalaman dan pendidikan di Korea Selatan. Setelah kembali, mereka diharapkan ikut berkontribusi dalam pembangunan Trenggalek.
“Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menggabungkan para mahasiswa tersebut ke dalam program kami. Ketika mereka kembali ke Trenggalek, mereka dapat mendedikasikan diri untuk pembangunan daerah,” imbuhnya.
Kunjungan delegasi Korea Selatan berlangsung selama dua hari. Bupati Mochamad Nur Arifin turut mendampingi mereka mengenal sejumlah potensi Trenggalek, khususnya kawasan pesisir selatan.
Rombongan juga dijamu dalam makan malam di Hutan Kota Trenggalek. Suasana semakin kental dengan nuansa budaya lokal melalui penampilan musik gamelan dan Tari Gambyong.
Dalam kesempatan itu, Bupati Arifin turut memperkenalkan sejumlah inovasi yang dijalankan Pemkab Trenggalek.
Di antaranya penguatan BAZNAS melalui zakat dan infak ASN untuk membantu penanganan kemiskinan, Posko GERTAK sebagai pusat koordinasi penanganan kemiskinan, serta Rumah Perempuan untuk memperkuat peran perempuan dan kelompok rentan.
Tak hanya soal sosial, inovasi di bidang lingkungan dan kebencanaan juga diperkenalkan. Salah satunya mesin penangkap uap air dari udara yang dikembangkan Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek sebagai alternatif menghadapi kekeringan.
Pemkab Trenggalek juga menunjukkan mesin peringatan bencana hasil pengembangan staf BPBD Trenggalek.
Beragam inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Trenggalek menunjukkan bahwa pembangunan daerah bisa berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan penguatan masyarakat,” ungkapnya.***












