TRENGGALEK, 3detik.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kembali diwujudkan. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, secara resmi melepas keberangkatan sembilan pemuda asal Trenggalek yang akan menempuh pendidikan Diploma 2 (D2) secara gratis di University of Gyeongnam Namhae, Korea Selatan.
Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemkab Trenggalek dengan University of Gyeongnam Namhae. Tidak hanya mendapatkan pendidikan tanpa biaya, para peserta juga telah diproyeksikan memperoleh penempatan kerja di Korea Selatan setelah lulus.
Prosesi pelepasan berlangsung di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha, Selasa (10/2/2026). Kesembilan pemuda tersebut dijadwalkan bertolak ke Korea Selatan pada awal Maret mendatang.
“Hari ini saya bersama sembilan putra-putri terbaik Trenggalek yang lolos seleksi untuk kuliah D2 di University of Gyeongnam Namhae. Ini kesempatan emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Ipin.
Mas Ipin menjelaskan, para peserta akan menempuh pendidikan pada bidang Teknik Pertahanan dan Artificial Intelligence (AI). Sebelum dinyatakan diterima, mereka telah menjalani kursus bahasa selama empat bulan hingga lulus ujian bahasa dan seleksi masuk perguruan tinggi.
Dari total 16 peserta yang diberangkatkan dari Indonesia, sembilan di antaranya berasal dari Trenggalek. Salah satu peserta terbaik adalah Arya Bayu Adi Permana, yang meraih nilai tertinggi hingga mendapatkan predikat transfer perfect. Pihak universitas di Korea bahkan secara khusus menyampaikan apresiasi atas kualitas peserta asal Trenggalek.
“Program ini menggunakan skema blended matching. Saat ini sepenuhnya gratis. Ke depan, jika peminat semakin banyak, bisa dikembangkan sistem subsidi. Bagi yang kesulitan biaya, akan difasilitasi lembaga pembiayaan karena setelah lulus mereka langsung bekerja dan bisa mencicil dari gaji,” jelas Mas Ipin.
Ia juga memotivasi para peserta dengan menggambarkan kemiripan kondisi Geongnam dengan Trenggalek yang sama-sama berada di wilayah pesisir dan perbukitan. Menurutnya, pengalaman belajar dan bekerja di luar negeri diharapkan dapat dibawa pulang untuk membangun daerah.
“Saya bangga kepada kalian. Belajar dan bekerjalah dengan baik. Suatu saat pulanglah dan berikan kebermanfaatan bagi Trenggalek. Saya membayangkan 30 hingga 50 tahun ke depan, Trenggalek menjadi kota yang maju dan dinamis,” pesannya.
Sementara itu, Arya Bayu Adi Permana, pemuda asal Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, mengaku tidak menyangka bisa menjadi peserta terbaik. Lulusan SMKN 1 Trenggalek itu menuturkan bahwa cita-citanya bekerja di Korea Selatan telah tumbuh sejak SMP.
“Saya belajar di LPK Solusi Terampil Global sekitar empat bulan. Ujian dilakukan Oktober lalu dan Alhamdulillah lulus. Proses paspor dan visa juga dibantu LPK. Semuanya gratis,” ungkap Arya.
Ia menambahkan, belajar Bahasa Korea tidak terlalu sulit asalkan rajin menghafal kosakata dan berlatih secara konsisten.
Kebermanfaatan program ini juga dirasakan oleh keluarga peserta. Sulam, warga Desa Ngerdani, Kecamatan Dongko, mengaku sangat bersyukur karena putrinya terpilih mengikuti program tersebut.
“Sebagai petani, kami tidak mungkin membiayai sendiri. Terima kasih kepada Bupati Trenggalek. Banyak yang sudah keluar biaya besar tapi gagal berangkat, sementara anak kami bisa kuliah dan bekerja ke Korea secara gratis,” ujarnya dengan haru.***












