Bupati Trenggalek Bersama Forkompinda Ziarah Leluhur Jelang Hari Jadi 831

Bupati Trenggalek bersama jajaran Forkopimda melakukan ziarah leluhur menjelang peringatan Hari Jadi 831 Trenggalek
Bupati Trenggalek bersama jajaran Forkopimda melakukan ziarah leluhur menjelang peringatan Hari Jadi 831 Trenggalek

TRENGGALEK, 3detik.com – Bupati Trenggalek bersama jajaran Forkopimda melakukan ziarah leluhur menjelang peringatan Hari Jadi 831 Trenggalek. Ziarah leluhur ini diantaranya makam para mantan bupati, tokoh-tokoh penting dalam perjalanan berdirinya Trenggalek.

Seperti tahun-tahun sebelumnya ziarah leluhur diawali dengan ziarah makam Mbah Kawak, di komplek makam Kauman, Kelurahan Ngantru. Kemudian menuju komplek makam Setono Gedong, Kelurahan Ngantru.

Bacaan Lainnya

Di Makam Setonogedong ini terdapat makam bupati pertama Trenggalek, R.T. Soemotroeno yang merupakan putra R.TA. Mertodiningrat I Bupati Ponorogo. Diceritakan oleh ahli waris, Limpung “R.TA. Mertodiningrat I memiliki 3 anak yang dimakamkan di komplek pemakaman ini. Anak yang pertama R.TA. Mertodiningrat II yang merupakan Bupati Srengat,” tuturnya.

Kemudian sambung pria paruh baya itu “R.T. Soemotroeno sendiri Bupati Trenggalek pertama dan yang ketiga D. Jaja Negoro yang menggantikan kakaknya menjadi Bupati Trenggalek ke-2 dan merangkap sebagai Bupati Sawo,” jelas Limpung menambahkan.

Dari Setono Gedong rombongan bupati menuju makam Ki Ageng Menak Sopal di komplek pemakaman Bagong, Kelurahan Ngantru. Lanjut ke Makam Kanjeng Jimat di Pemakaman Margoesis, Desa Ngulan Kulon kemudian Makam Girilaya Kamulyan, Desa Kamulan, Durenan. Dan yang terakhir Makam Setono Girimulyo yang dimana di komplek pemakaman itu terdapat beberapa makam Bupati Trenggalek.

Dalam ziarah tersebut, Mas Ipin menuturkan “hari ini kita ziarah leluhur. Dawuhnya mbah yai jangan dikira mereka yang gugur di jalan Allah itu mereka mati. Padahal mereka itu kekal. Suatu saat kita akan menyusul ke alam keabadian,” ucapnya di Komplek pemakaman Setono Gedong, Sabtu (30/8/2025).

Masih menurut kepala daerah muda itu, “semoga seluruh kebaikan beliau-beliau bisa kita jiwai, kita ilhami dan semoga bisa membawa keberkahan. Yang paling penting, sesederhana kita mengingat bahwa suatu saat kita akan mati juga. Semoga hidup kita adalah hidup yang berkah,” harapnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *