Perinaker Trenggalek Gelar Pelatihan Kompetensi, Ada 5 Jenis Lulusannya Yang Mendapat 2 Sertifikat

Heri Julianto, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek
Heri Julianto, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek

TRENGGALEK, 3detik.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) menggelar pelatihan kerja berbasis kompetensi. Ada jenis 5 pelatihan yang digelar dan lulusannya akan mendapatkat 2 sertifikat kompetensi sekaligus.

Jurusan pelatihan ini meliputi tata rias, menjahit atau tata busana, tata boga, tekhnik pengelasan dan Babershop. Masing-masing pelatihan terdiri dari 20 peserta. Sedangkan untuk sertifikat pelatiham yang diberikan pertama sertifikat dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan yang kedua sertifikat BNSP (Badan Nasional Standarisasi Profesi).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan oleh Heri Julianto, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, menjelaskan OPD nya mempunyai fungsi untuk menciptakan kerja dan mengurangi pengangguran. Untuk mewujudkan hal tersebut maka salah satunya dengan mengadakan pelatihan kerja berbasis kompetensi ini.

Menurut Heri, mungkin ada banyak jenis pelatihan kerja namun pelatihan berbasis kompetensi ini diarahkan supaya peserta pelatihan ini memiliki skil dan keahlian di dunia kerja. Dalam pelaksanaannya pelatihan ini tidak bisa dilaksanakan 1 atau 2 hari saja, ada yang dilaksanakan 18.

Dibenarkan oleh Heri, ada 5 jurusan pelatihan yang dilaksanakan. Pertama pelatihan tata rias, kemudian pelatihan menjahit atau tata busana. Sedangkan yang ketiga pelatihan tekhnik pengelasan, keempat pelatihan Babershop, sedangkan yang kelima pelatihan tata boga. Ada sebanyak 100 peserta atau 20 orang peserta di masing masing pelatihan.

“Dalam pelatihan ini kita bekerjasama dengan beberapa lembaga pelatihan kerja. LPK Sanita untuk pelatihan Babershop dan tata rias. LPK Tatik Modes untuk pelatihan menjahit dan SMK Negeri 2 untuk tekhnik pengelasan karena keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki Dinas Perinaker,” terang Heri di ruang kerjanya, Senin (7/7).

Untuk pelatihan berbasis kompetensi ini, sambung KepalaDisperinaker itu “sampai saat ini lulus 100% kompeten. Insya Allah untuk tahun ini juga lulus 100% kompeten,” imbuhnya.

Paska pelatihan Dinas Perinaker akan melakukan evaluasi melalui sebuah group yang fungsinya bila lulusan pelatihan ini nantinya mengalami kendala para instruktur dan pemerintah bisa membantu mereka. Sekaligus dapat mengevaluasi lulusan lulusan ini bisa masuk dunia kerja.

Yang patut disyukuri peserta pelatihan ini nantinya dapat 2 sertifikat sekaligus. Yang pertama sertifikat dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan yang kedua sertifikat dari BNSP (Badan Nasional Standarisasi Profesi). Sertifikat BNSP inilah yang laku dijual kemanapun tempat, sebagai modal dirinya untuk bekerja.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja ini berharap, kedepan rekom UPT BLK di Trenggalek bisa turun. Karena menurut Heri ini sangat perbengaruh pada daeranya. Dengan tidak punya UPT BLK maka Trenggalek hanya mengandalkan APBD Kabupten Trenggalek saja yang jumlahnya sangat terbatas untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

Dengan adanya UPT BLK Kabupaten, harapannya Trenggalek dapat menfakses program dari pusat dan Provinsi. Kemudian dengan UPT BLK ini minimal Trenggalek tidak jauh-jauh tertinggal dari Kabupaten/ Kota yang lain.

Rencananya pelatihan kerja berbasis kompetensi ini akan ditutup langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (7/7/2025). Beberapa peserta pelatihan akan menunjukkan hasil pelatihan yang didapat dalam penutupan tersebut,” ungkapnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *