TULUNGAGUNG , 3detik.com – Kader Partai Gerindra diminta tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Data dan fakta harus menjadi pegangan, terutama saat menyikapi isu di media sosial dan mendukung program pemerintah.
Pesan itu disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung sekaligus Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, dalam kegiatan Pendidikan Politik Penguatan Struktural di Aula Crown Victoria Hotel, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat soliditas kader sekaligus menyatukan langkah menghadapi agenda politik mendatang.
Sejumlah pengurus dan kader hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Wakil Ketua II DPRD Tulungagung dari Fraksi Gerindra Ebin Sunaryo, Sekretaris DPC Gerindra Sumarsono Efendi, pengurus PAC, organisasi sayap partai, serta Plt Kepala Bakesbangpol Tulungagung Eko Hary Susanto.
Dalam kegiatan tersebut, kader diingatkan agar tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu menyikapi perkembangan informasi secara bijak. Setiap kabar yang beredar harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dipercaya atau dipublikasikan kepada masyarakat.
Ketua Komisi, Widodo Prasetyo, menegaskan kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh pengurus di tingkat kabupaten. Peran kader di tingkat bawah juga menjadi penentu dalam menjaga soliditas dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Sementara itu, Ebin Sunaryo menegaskan Gerindra Tulungagung harus terus memperkuat konsolidasi organisasi. Ia menargetkan partainya mampu menjadi pemenang pada Pemilu 2029.
Menurutnya, posisi Gerindra sebagai partai yang berada di pemerintahan tidak boleh membuat kader lengah. Seluruh struktur dan organisasi sayap partai harus bergerak untuk memperluas jangkauan serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Ebin juga menyampaikan harapannya agar Ahmad Baharudin dapat menjadi Bupati Tulungagung definitif.
Selain membahas target politik, Ebin menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Ia menjelaskan bahwa pendanaan kedua program tersebut, menurutnya, berasal dari efisiensi anggaran dan uang sitaan hasil tindak pidana korupsi, bukan dari pemangkasan anggaran kebutuhan dasar masyarakat.
Ebin juga memaparkan keluhan petani terkait kelangkaan pupuk. Ia meminta permasalahan tersebut segera dilaporkan kepada dinas terkait apabila masih ditemukan di lapangan, sehingga bisa ditindaklanjuti.
Ia juga mengajak kader mendukung program pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat.
Senada, Sekretaris DPC Gerindra Tulungagung, Sumarsono Efendi, meminta kader lebih berhati-hati menghadapi derasnya arus informasi digital. Menurutnya, media sosial bisa menjadi sarana komunikasi dengan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman jika informasi diterima tanpa verifikasi.
Oleh karena itu, kader diminta mampu menjelaskan program pemerintah dan menyebarkan informasi yang salah dengan mengacu pada data serta fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui pendidikan politik ini, DPC Gerindra Tulungagung berharap soliditas organisasi semakin kuat, kemampuan kader dalam menyaring informasi meningkat, dan seluruh struktur partai semakin siap menghadapi agenda politik menuju Pemilu 2029,” ucapnya.***












