MAMUJU, 3detik.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan di Sulawesi Barat semakin mendapat perhatian. Setelah status tanggap darurat ditetapkan, BPBD Sulbar meminta warga tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi ikut bersiap menghadapi kondisi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi dampak bencana, terutama di wilayah yang rawan kebakaran, kekurangan air, dan asap.
Data BPBD mencatat sekitar 410,62 hektare kawasan hutan dan 579,26 hektare lahan atau kebun masyarakat telah terdampak kebakaran.
“Masyarakat diminta menghindari wilayah yang rawan Karhutla, asap tebal dan kekurangan air. Keluarga juga dianjurkan menyiapkan tas darurat yang berisi dokumen penting, obat-obatan, air minum, makanan serta kebutuhan anak,” kata Yasir, Selasa (29/9/2026).
Di tengah ancaman kekeringan, warga diminta menghemat penggunaan air dan memprioritaskannya untuk minum, memasak serta kebutuhan kesehatan. Cadangan air juga sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup.
Warga yang menemukan sumber air mulai mengering diminta segera melaporkannya kepada petugas agar bisa mendapat penanganan.
Untuk mencegah Karhutla meluas, BPBD mengingatkan masyarakat tidak membakar lahan maupun sampah. Saat asap menebal, warga juga disarankan menggunakan masker dan menjauh jika api mulai mendekati permukiman.
Kesiapan evakuasi juga perlu diperhatikan. Setiap keluarga diminta mengetahui jalur keluar, titik kumpul dan lokasi pengungsian terdekat.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas harus menjadi prioritas jika evakuasi dilakukan.
“Setiap informasi mengenai kebakaran, kekurangan air, warga yang sakit atau kondisi darurat lainnya diharapkan segera disampaikan kepada petugas,” ujarnya.
BPBD juga meminta warga membatasi aktivitas di luar rumah saat asap pekat serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas, pusing atau tanda dehidrasi.
Yasir menegaskan masyarakat tidak perlu menunggu situasi memburuk untuk bertindak. Warga diminta mengikuti informasi resmi pemerintah dan segera melakukan evakuasi jika mendapat perintah dari petugas.
Kenali risiko, siapkan keluarga, hemat air, jangan membakar dan cepat melapor. Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi Karhutla, kekeringan dan ancaman hidrometeorologi di Sulbar.(Tir)






