MAMUJU , 3detik.com – Kisah La Salaga, tokoh legendaris dalam sejarah Kerajaan Mamuju, bakal dibawa ke panggung nasional. Sebelum pementasan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, November mendatang, tim Badan Penghubung Daerah Sulawesi Barat turun langsung menelusuri makam yang diyakini berkaitan dengan sosok tersebut.
Kunjungan yang berlangsung Sabtu (3/10/2026) itu dilakukan untuk menggali jejak sejarah dan budaya La Salaga sebagai bahan persiapan pementasan.
Kisah La Salaga menarik perhatian karena memuat cerita hubungan antara Kerajaan Mamuju dan Kerajaan Badung di Bali. Hubungan tersebut menjadi salah satu bagian yang akan diangkat dalam pertunjukan budaya Sulawesi Barat.
Saat berada di lokasi makam, rombongan sempat disangka warga sebagai orang Bali yang datang mencari Makam La Salaga. Dugaan itu muncul karena cerita tentang hubungan La Salaga dengan Bali serta keberadaan sejumlah nisan berornamen khas Bali di sekitar lokasi.
Tim kemudian menjelaskan bahwa kedatangan mereka merupakan bagian dari penelusuran sejarah untuk memperkuat materi pementasan.
Keberadaan nisan bercorak Bali menjadi salah satu hal yang menarik perhatian. Namun kaitannya dengan kisah La Salaga masih perlu diteliti lebih lanjut melalui kajian sejarah dan sumber pendukung.
Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma, mengatakan pementasan di TMII menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Sulbar kepada masyarakat luas.
Melalui kisah nasional La Salaga, yang bertujuan mengangkat identitas budaya Mamuju sekaligus memperkenalkan warisan sejarah Sulawesi Barat di tingkat yang lebih tinggi.
Kunjungan ke makam tersebut diharapkan membuat materi pementasan lebih kuat, tidak hanya mengandalkan cerita yang berkembang di masyarakat, tetapi juga mengenali langsung lokasi dan jejak budaya yang berkaitan dengan La Salaga.
Pementasan di TMII pada bulan November mendatang diharapkan menjadi ajang memperkenalkan kisah legendaris Kerajaan Mamuju sekaligus membawa warisan budaya Sulawesi Barat yang lebih dikenal di Indonesia.(Tir)






