TULUNGAGUNG, 3detik.com – Bela negara bukan hanya urusan pertahanan dan keamanan. Menjaga persatuan, menaati aturan, menghargai perbedaan hingga ikut berkontribusi dalam pembangunan juga menjadi bagian penting dari bela negara.
Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat membuka Sosialisasi Regulasi Kebijakan di Bidang Bela Negara dan Pembinaan Tenaga Ahli di Hotel Crown Victoria, Kamis (24/9/2026).
Baharudin mengatakan, tantangan terhadap ketahanan bangsa semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan sosial dan dinamika lingkungan strategis. Karena itu, kesadaran bela negara perlu terus ditanamkan di tengah masyarakat.
“Bela negara pada hakikatnya bukan semata-mata kewajiban dalam konteks pertahanan negara, tetapi juga sikap dan perilaku setiap warga negara,” kata Baharudin.
Menurutnya, penguatan kesadaran bela negara tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Perlu sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat.
Pemkab Tulungagung pun menyambut baik kegiatan tersebut. Sosialisasi dinilai penting untuk menyamakan pemahaman mengenai regulasi dan kebijakan bela negara sekaligus mendorong penerapannya di lapangan.
Baharudin berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman aturan. Nilai-nilai bela negara harus diwujudkan melalui tindakan nyata sesuai tugas dan peran masing-masing.
“Mulai dari penyusunan kebijakan, pelaksanaan program, pembinaan masyarakat hingga penguatan koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Ia menambahkan, bela negara juga berkaitan erat dengan upaya menjaga keamanan dan harmoni sosial. Masyarakat dapat mengambil peran dengan menjaga lingkungan, menghormati perbedaan, menaati aturan serta ikut menyukseskan pembangunan.
Sementara itu, sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim Eddy Supriyanto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memperkuat kesadaran bela negara.
Pemprov Jatim, kata Eddy, juga terus mendorong pembinaan generasi muda melalui kerja sama dengan TNI dan berbagai lembaga. Salah satunya melalui pengembangan sekolah menengah atas terpadu yang menguatkan pendidikan karakter, nasionalisme dan kedisiplinan.
“Negara kita sangat luas dan besar. Yang bisa menjaga kita adalah kita sendiri. Karena itu, semangat bela negara harus tumbuh dari seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi di Tulungagung. Kegiatan tersebut dinilai dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov Jatim, pemerintah kabupaten serta TNI-Polri.
Dengan kolaborasi tersebut, pembinaan kesadaran bela negara diharapkan tidak bersifat seremonial, tetapi berjalan secara terarah dan berkelanjutan, terutama dalam membentuk generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme dan kepedulian terhadap bangsa,” ungkapnya.***












