TULUNGAGUNG, 3detik.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tulungagung mulai tancap gas mengantarkan produk-produk unggulan daerah menembus pasar internasional. Sebanyak 10 UMKM terbaik akan dipilih melalui proses kurasi ketat untuk dipersiapkan menjadi pionir ekspor dengan pendampingan penuh hingga siap bersaing di pasar global.
Ketua KADIN Tulungagung, Rifgi Firmansyah, mengatakan program tersebut bukan sekadar memilih produk unggulan. UMKM yang lolos seleksi akan mendapatkan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari pembenahan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, membuka akses permodalan dan investor, hingga dipertemukan langsung dengan calon pembeli (buyer) dari luar negeri.
“Tujuan kami bukan hanya mencetak UMKM yang bisa ekspor, tetapi juga membangun usaha yang kuat, berdaya saing, dan mampu bertahan di pasar internasional,” ujarnya.
Program ini menjadi langkah strategis KADIN Tulungagung untuk mempercepat lahirnya pelaku usaha berorientasi ekspor dengan memanfaatkan jaringan bisnis nasional maupun internasional yang dimiliki organisasi tersebut.
Pada tahap awal, KADIN akan melakukan kurasi terhadap berbagai produk unggulan lokal agar memenuhi standar pasar global. Dua sektor menjadi prioritas utama, yakni produk kerajinan serta makanan dan minuman. Sementara tiga negara yang dibidik sebagai tujuan ekspor perdana adalah Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan.
Meski peluang pasar luar negeri terbuka lebar, Rifgi mengakui masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi pelaku UMKM. Inovasi produk, kreativitas, konsistensi menjaga kualitas, hingga kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah besar menjadi faktor penting agar mampu bersaing dengan produk dari negara lain.
Menurutnya, Tulungagung memiliki banyak produk yang berpotensi diterima pasar internasional. Untuk sektor kuliner, kerupuk rambak, Shanghai Gangsar, dan jenang Lasimun dinilai memiliki cita rasa khas serta nilai jual tinggi. Sementara sektor nonkuliner masih mengandalkan komoditas marmer, onyx, batu mozaik, hingga batu fosil yang selama ini telah dikenal sebagai produk unggulan daerah.
Tak hanya fokus membuka akses pasar ekspor, KADIN juga menyiapkan penguatan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pelatihan. Hingga akhir 2026, sedikitnya 36 pelatihan UMKM ditargetkan terlaksana guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki tata kelola usaha, serta memperkuat daya saing produk di pasar nasional maupun internasional.
Melalui program kurasi, pendampingan bisnis, akses investasi, hingga pelatihan berkelanjutan, KADIN Tulungagung optimistis semakin banyak UMKM lokal mampu naik kelas dan membawa nama Tulungagung bersaing di pasar dunia,” ujar KADIN.***












