Scroll untuk baca artikel
Sumenep

Wartawan Diusir Saat Peresmian Polresta Sumenep, SMSI Boikot Undangan Kapolresta

×

Wartawan Diusir Saat Peresmian Polresta Sumenep, SMSI Boikot Undangan Kapolresta

Share this article
Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi

SUMENEP, 3detik.com – Dugaan pengusiran sejumlah jurnalis saat peresmian Polresta Sumenep memicu reaksi keras dari kalangan insan pers. Insiden tersebut dinilai mencederai kebebasan pers sekaligus merusak hubungan baik yang selama ini terjalin antara wartawan dan kepolisian.

Sebagai bentuk protes, sejumlah jurnalis memilih memboikot undangan silaturahmi yang disebarkan Polresta Sumenep kepada organisasi profesi wartawan. Langkah itu diambil sebagai respons atas perlakuan yang dianggap melecehkan profesi jurnalis.

Sikap tegas juga disampaikan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep. Organisasi ini memastikan tidak akan menghadiri agenda silaturahmi yang digelar Kapolresta Sumenep.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menilai tindakan pengusiran tersebut menunjukkan belum adanya komitmen membangun kemitraan yang baik dengan insan pers.

“Kalau memang ingin menjalin hubungan yang baik dengan wartawan, seharusnya tidak ada pengusiran seperti itu. Kejadian ini justru mencoreng hubungan yang selama ini sudah terbangun,” tegasnya.

Menurut Wahyudi, dugaan pengusiran wartawan bukan persoalan sepele. Tindakan itu dinilai bertentangan dengan semangat Undang-Undang Pers dan keterbukaan informasi publik yang menjamin kerja jurnalistik.

Meski memboikot undangan resmi dari Polresta Sumenep, SMSI menegaskan tetap membuka ruang komunikasi apabila Kapolresta ingin bersilaturahmi secara langsung. Namun, aksi boikot dipilih sebagai bentuk protes sekaligus pengingat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.***