Scroll untuk baca artikel
Tulungagung

IDI Tulungagung Dilantik, Plt Bupati Tekankan Sinergi Kesehatan dan Percepatan Program Prioritas

×

IDI Tulungagung Dilantik, Plt Bupati Tekankan Sinergi Kesehatan dan Percepatan Program Prioritas

Share this article
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung periode 2025–2028

TULUNGAGUNG, 3detik.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menegaskan pentingnya kolaborasi erat dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) guna memastikan berbagai program kesehatan berjalan optimal dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung periode 2025–2028 di Bali Room Crown Hotel Tulungagung, Sabtu (18/4/2026).

Dalam sambutannya, Baharudin menekankan bahwa sinergitas antara pemerintah daerah dan IDI merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Ia menyebut sejumlah program prioritas yang perlu diperkuat secara berkelanjutan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga percepatan penanganan stunting.

Selain itu, upaya penurunan angka kematian ibu dan anak juga menjadi perhatian utama, termasuk pengendalian penyakit menular seperti tuberkulosis (TB) dan HIV. Menurutnya, keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, terutama dengan tenaga medis di lapangan.

“Pendekatan promotif dan preventif harus terus digencarkan melalui edukasi kesehatan yang masif kepada masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, pemanfaatan media sosial dan berbagai kanal komunikasi menjadi strategi penting agar pesan kesehatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Tulungagung periode 2025–2028, Ahmad Mundir Arif, memaparkan arah kepemimpinannya yang dirumuskan dalam akronim “MENGEMBARA” – Mengayomi, Mengembangkan, dan Menyejahterakan.

Ia menjelaskan, aspek “Mengayomi” berfokus pada perlindungan anggota IDI, khususnya dalam persoalan hukum dan etik profesi. “Mengembangkan” diarahkan pada peningkatan kompetensi dokter, baik di bidang medis maupun nonmedis. Sedangkan “Menyejahterakan” menitikberatkan pada upaya memperjuangkan hak serta kesejahteraan tenaga medis.

Menurut dr. Mundir, perhatian terhadap kesejahteraan dokter menjadi penting mengingat tingginya risiko profesi, panjangnya masa pendidikan, serta besarnya biaya yang harus ditempuh untuk menjadi tenaga medis profesional.

Dengan kepengurusan baru ini, IDI Tulungagung diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus menjaga profesionalisme dan kesejahteraan para dokter di wilayah tersebut,” pungkasnya.***