TRENGGALEK, 3detik.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 90 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas pada periode 1 Februari, 1 Maret, dan 1 April 2026. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, kepada lima perwakilan ASN di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (21/1/2026).
Untuk Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Februari 2026, tercatat sebanyak 38 PNS memasuki masa pensiun. Pada periode ini, masa kerja terlama dicapai Supriono, guru SMPN 3 Karangan, dengan pengabdian selama 39 tahun 8 bulan. Sementara masa kerja terpendek yakni 21 tahun 1 bulan atas nama Mukalim, guru SDN 1 Tawing, Kecamatan Munjungan.
Selanjutnya, TMT 1 Maret 2026 terdapat 25 PNS yang purna tugas. Masa kerja terlama diraih Suparni, guru TK Dharmawanita Sumbergayam, Kecamatan Durenan, dengan masa pengabdian 39 tahun 1 bulan. Adapun masa kerja terpendek selama 19 tahun 9 bulan atas nama Surati, guru TK Dharmawanita Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan.
Sedangkan pada TMT 1 April 2026, sebanyak 27 PNS resmi memasuki masa pensiun. Masa kerja terlama di periode ini dicatatkan oleh Sri Utami, guru SDN 2 Kerjo, Kecamatan Karangan. Sementara masa kerja terpendek selama 19 tahun 10 bulan atas nama Jumiatun, guru TK Al Hidayah 2 Kelutan, Trenggalek.
Dari total 90 PNS yang purna tugas, dua di antaranya merupakan pejabat eselon II yang memasuki batas usia pensiun dan menerima SK secara simbolis dari Bupati Trenggalek. Kedua pejabat tersebut yakni Agus Setiyono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, serta Totok Rudijanto, Staf Ahli Bupati yang juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial PPPA Trenggalek.
Selain itu, turut memasuki masa pensiun Nurudin Boedy, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Trenggalek, serta Darmujiadi, Camat Panggul.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek yang akrab disapa Gus Ipin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian para PNS selama bertahun-tahun membangun daerah. Ia menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari kontribusi kepada masyarakat.
“Pengabdian tidak berhenti saat purna tugas. Saya yakin, para senior masih memiliki banyak peran strategis yang bisa dilakukan di tengah masyarakat,” ujar Gus Ipin.***












