TRENGGALEK, 3detik.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyebut kondisi jalan mantap di Kabupaten Trenggalek sekitar 68 persen, sedangkan sisanya perlu perbaikan.
Ketua Komisi III Wahyudianto mengaku bahwa kondisi infrastruktur jalan di Trenggalek yang kurang memadai sering menuai keluhan masyarakat.
Namun ketika melihat kemampuan APBD, anggaran itu tidak cukup untuk memperbaiki seluruh kerusakan jalan.
“Kita mau enggak mau harus kembali sepakat dan sudah disepakati di Pansus, melakukan dana pinjaman, salah satu dana pinjaman itu fokus di PAK 2025, kita gunakan untuk infrastruktur jalan yang ada di 5 titik,” jelasnya.
Tambah Wahyu, lima titik perbaikan jalan yang memakai dana pinjaman itu meliputi jalur Kecamatan Kampak-Dongko, Gandusari, Kampak-Watulimo.
“Karena kalau yang tadi saya sebut dengan adanya dana pinjaman itu kan sudah ada ada aturan main tersendiri. Jadi kita kita itu harus sudah menyiapkan titik-titik tertentu. Yang di situ itu yang memang sudah menjadi salah satu syarat untuk melakukan pinjaman tersebut,” jelasnya.
Sedangkan anggaran untuk infrastruktur jalan yang menggunakan dana pinjaman itu mencapai Rp 56 miliar.
“Dari dana pinjaman kita sekitar Rp 56 miliar, itu semua untuk perbaikan jalan,” ungkapnya.
“Mudah-mudahan nanti kita bisa mendapatkan program dari pusat, juga ada BK provinsi, juga dana-dana imprest. Dari presiden itu InsyaAllah dapat meningkatkan jalan mantap syukur-syukur sampai 5 persen lebih ke atas,” imbuhnya.
Di sisi lain, Wahyu tetap mengiringi perkembangan pengalokasian anggaran untuk infrastruktur di Trenggalek.
“InsyaAllah nanti malam kita ada rapat juga dengan banggar yang nantinya juga kita melihat sejauh mana nanti ABPDP 2025 ini nanti akan di dok atau disahkan itu nanti tanggal berapa yang jelas dalam koridor waktu satu minggu-minggu ini kita sahkan,” tutupnya.***